rasanya agak kecut tapi segar itulah sekilas yang dikenal masyarakat kita tentang buah yang termasuk juga disebut sayuran ini, yup namanya adalah TOMAT, Buah yang satu ini dikenal mempunyai kandungan vitamin dan nutrisi yang bagus. Buah dengan ciri khas yang terasa asam ini kerap digunakan untuk bumbu masakan. Selain bumbu masakan, buah tomat juga bagus untuk kecantikan contohnya digunakan sebagai masker wajah. Di pasaran permintaan tomat terbilang cukup tinggi dan hampir disetiap waktu pasti tomat laku dan buah ini banyak dicari. Dalam bisnis kuliner tomat kerap menjadi bumbu masakan maupun bumbu sambal. Tingginya peminat tomat menjadikan peluang usaha budidaya tomat terbilang sangat menjanjikan dan mengutungkan. Usaha budidaya tomat memang bukanlah jenis usaha baru. Namun usaha budidaya tomat sudah lama namun hingga kini masih ada. Keuntungan dan potensi bisnis budidaya tomat memang dapat dikatakan sangat cerah dan mengutungkan, akan tetapi sebelum berwira usaha tanam tomat anda harus belajar mengenal buah ini ya, untuk cara budidaya tomat sendiri memang tidak sulit, dan perawatannya pun mudah, yuk kita bahas secara ringkas bagaimana cara bertanam tomat, dan peluang bisnisnya bagi anda semua.

Jenis-Jenis Tomat

Jenis tomat sangat banyak tapi coba, tapi yang saya sampaikan disini merupakan jenis – jenis yang memang sering dijadikan bisnis:

A. Tomat Apel, Berbuah dengan bentuk bulat , Kuat, dan sedikit keras seperti buah apel atau pir.

gambar tomat apel

B. Tomat Porselin, berbuah dengan bentuk bulat pipih, lunak, bentuk tidak teratur, dan sedikit beralur-alur didekat tangkainya. tomat ini paling banyak dijual dipasaran.

gambar tomat sayur

 

C. Tomat Kentang berbuah bulat, besar dan padat seperti apel, hanya ukurannya lebih kecil dari tomat apel, sedangkan daunnya lebar.

 

gambar tomat kentang

 

D. Tomat Keriting, berbuah dengan bentuk agak lonjong dan keras. Daunnya rimbun keriting seperti terserang penyakit virus keriting dan berwarna hijau kelam.

gambar tomat keriting

 

Macam – macam Varietas tomat

Varuetas tomat Terdiri dari varietas yang umumnya disukai dan tidak disukai , Verietas yang disukai terdiri dari 2 jenis yaitu;

  • Tomat berbuah sedang seperti moneymaker , maascross,extase, bonset dan monresist
  • Tomat berbuah besar seperti  geraldton , smooth skin dan Indian river verietas verietas tersebut umumnya hanya baik ditanam didataran tinggi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam tomat

nahh sebelum menanam tomat, maka kita harus tahu hal-hal penting yang harus diperhatikan :

  • Tomat dapat tumbuh didataran rendah – tinggi
  • Tomat sayur lebih baik ditanam didataran rendah
  • Tomat peka terhadap tanah yang kekurangan zat unsur hara
  • Kualitas penanaman tanah gembur atau dibuat gembur
  • Tomat lebih suka dengan Derajat pH tanah (6-7)
  • Tidak tahan terhadap hujan
  • Penanaman yang baik 2 bulan sebelum dan awal musim kemarau.

 

Langkah Bertanam Tomat

1. Penyemaian benih
Dalam penyemaian buah hal yang arus dipersiapkan adalah Pembuatan lahan pembenihan dengan memperhatikan karakter lahan penyemaian yang subur dan gembur , Model pembuatannya dapat dibuat berbaris Atau dibuat pundukan besar sesuai ukuran jumlah pembenihan , setalah lahan pembenihan sudah dibuat Biji tomat ditabur merata , agar dapat ditabur merata dapat dilakukan metode sederhana seperti memasukkan biji kedalam botol plastic yang tutupnya diberi lubany seukuran biji dapat keluar kemudian dikocok-kocok kelahan penyemaian , atau benih di beri abu bekas pembakaran sebelum ditabur keuntungan lain menggunakan abu bekas pembakaran adalah tidak dihinggap semut . untuk lahan 1 ha diperlukan sebanyak 300-400 gr biji tomat . Berdasarkan teorinya , penanaman 1ha lahan hanya diperlukan 150gr biji yang berdaya kecambah 75% . setalah bii ditabur , lahan tempat pembenihan /penyemaian ditutup atau diberi atap untuk mempertankan kondisi kelembaban .

2. Penanaman ke lahan terbuka
Benih akan tumbuh selang waktu 5-7 hari dan setalah sekitar 1 bulan atau seukuran berdaun empat helai , benih dipindahkan ke lahan yang sudah disediakan . Dibebrapa daerah petani , melakukan upaya pengadaptasian terhadap benih yang baru dipindah seperti ditutup dengan kelopak pelepah batang pisang selama beberapa hari pada petani modern lahan penanaman tomat juga ditutup dengan plastic (molsa).

3. Pemeliharaan tanaman tomat
Pemeliharaan tomat dibagi menjadi dua bagian yaitu , pemeliharaan tumbuh kembang dan pemeliharaan terhadap hama penyakit

Pemeliharaan tumbuh kembang , tomat diberi pupuk dan bebrapa perangsang tumbuhan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan keperluan tomat anda . saat umur tanaman 1.5 bulan cabang samping dipangkas dan disisakan 1-2 abagn saja , membuang tunas- tunas dan bunga liar yang tumbuh dibawah ketiak daun .

Pemeliharaan terhadap hama , tomat perlu pemeliharaan khusus terhadap hama penyakit karena tomat termasuk tanaman yang paling rentan terkana penyakit , beberapa hama dan penyakit yang umum menyerang tomat adalah seperti ulat penggerak buah , ulat tanah , cacing , adapun gejala penyakit yang sering dan umum terjadi pada tomat adalah daun kriting , busuk daun , busuk buah , layu , damping off yang dapat dimulai dari masa penyemaian dan umumnya penyakit-penyakit tomat yang disebabkan oleh virus cepat menyebar .

4. Pemanenan
Pada kondisi normal , pemananan pertama apat dimulai pada usia 2 bulan . pada kondisi yang menguntungkan (unggul dan sehat) dapat menghasilkan buah 10-25ton /ha .

 

Trik Bisnis Tomat Agar Untung Berlipat

trik ini bisa dinamakan konvensional modern, sebetulnya tidak ada bedanya dengan tanam biasa tetapi dengan trik ini maka tanaman tomat lebih mudah untuk dirawat, dan tentu hasilnya lebih bagus karena kondisi tanah terawat kelembapannya dan pupuk pun lebih banyak diserap oleh tanaman daripada oleh gulma. jadi apa triknya pak? triknya adalah menggunakan MULSA.

Mulsa plastik ini berguna untuk mencegah pencucian pupuk oleh air, menjaga kelembapan tanah, menghindarkan tanaman dari percikan tanah, serta menekan pertumbuhan gulma.

manfaatnya apa sih ya :

  • menekan pertumbuhan gulma,
  • menjaga kestabilan kelembapan udara saat musim hujan ataupun musim kemarau,
  • mengontrol jumlah air yang tersedia,
  • menghemat pemupukan karena distribusi yang baik, tidak hilang menguap, dan tidak dikonsumsi oleh tumbuhan lain (tanaman pesaing),
  • mengurangi serangan hama (thrips dan aphis) dan penyakit (cendawan) karena pantulan sinar bagian plastik yang berwarna putih, serta
  • menghemat tenaga kerja, waktu, dan biaya.

bagaimana cara pasangnya :

  1. Mulsa dipasang ketika matahari sedang bersinar dengan teriknya, sehingga mulsa mudah memuai dan akan menutup rapat bedengan.
  2. Mulsa dipasang dengan bagian perak menghadap ke atas, sehingga dapat membantu pemantulan cahaya matahari yang bisa berfungsi sebagai sumber cahaya bagi daun-daun tomat di bagian bawah untuk melakukan fotosintesis. Selain itu, cara tersebut juga bisa mengurangi serangan kutu yang menularkan penyakit virus, seperti aphis dan thrips yang senang bersembunyi di balik daun tomat.
  3. Pemasangan mulsa sedikitnya dilakukan oleh empat orang. Mula-mula, mulsa dipasang dengan cara dua orang memegang masing-masing ujung mulsa pada masing-masing ujung bedengan. Dua orang lainnya, masing-masing memegang mulsa pada sisi-sisi bedengan. Tarik tepi mulsa hingga mulsa menutup seluruh bagian bedengan. Gunakan pasak dari bambu untuk mengaitkan sisi-sisi mulsa dengan bedengan, sehingga mulsa tidak mudah terlepas. Pemasangan pasak dilakukan di sekeliling bedengan dari ujung satu ke ujung lainnya.
  4. Setelah itu, mulsa terpasang didiamkan selama 2-3 minggu, agar proses fermentasi atau dekomposisi tanah bisa berjalan lancar.
  5. Kemudian, mulsa dilubangi dengan menggunakan alat pelubang mulsa berupa kaleng berdiameter 10 cm. Lubang dibuat sesuai jarak tanam, yakni 50-60 cm dalam barisan dan 70-80 cm antarbarisan. Jarak tanam berpengaruh terhadap tingkat kelembapan di sekitar tanaman; tingkat perkembangan patogen, seperti hama, jamur, virus, dan bakteri; tingkat penggunaan unsur hara tanah; dan intensitas penerimaan cahaya matahari. Jarak tanam yang terlalu rapat menyebabkan peningkatan kelembapan tanah, sehingga bisa memicu tumbuhnya patogen. Selain itu, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat karena proses fotosintesis tidak berjalan sempurna.
  6. Setelah mulsa dilubangi, diamkan selama 3-4 hari atau seminggu, sehingga gas di dalam tanah hilang. Selanjutnya, bibit siap ditanam ke dalam lubang yang telah disiapkan. Disarankan, tenggat waktu antara tanah ditutup mulsa dengan pemindahan bibit tidak terlalu cepat, sebab di dalam mulsa tengah terjadi fermentasi atau dekomposisi gas yang bisa menghambat pertumbuhan atau malah mematikan bibit yang ditanam.

apakah ada bedanya memasang mulsa dengan tidak, dikutip dari berbagai forum tentang tanaman tomat, mulsa bisa meningkatkan hasil buah dari 20 ton / Ha menjadi 25 – 30 ton / Ha luar biasa bukan

Hitungan Bisnis

Analisa Hasil

– Hasil Panen 1 Ha kita asumsikan 20 Ton
– harga Tomat ke tengkulak 2500 / Kg (harga tahun 2018)

maka akan didapatkan 2500 x 20 Ton ( 20.000 Kg ) = Rp. 50.000.000,-
hasil keuntungan : 50.000.000 – 21.750.000 = Rp. 21.250.000,-

jika menggunakan metode mulsa maka kita taruh dari pendapatan yang terkecil yakni 25 ton
jadi hasil keuntungannya ( 2500 x 25 ton) 62.500.000 – 21.750.000 = Rp. 40.750.000,- luar biasa

Kesimpulan

ini hanya kalkulasi kasar berdasarkan konsultasi penulis ke petani tomat, tetapi perlu diperhatikan agar anda yang berkeinginan usaha tanam tomat agar memperhatikan hama dan cuaca, jangan sampai tempat tanam anda semua terkena banjir yang bisa berakibat fatal terhadap tanaman tomat, semoga tulisan yang panjang ini bisa membantu anda yang berkeinginan untuk berbisnis tanaman tomat dan menjadi salah satu sumber pengetahuan sebelum melakukan usaha anda, sekian terima kasih