bagi warga indonesia, siapa yang tidak kenal dengan tanaman murah meriah tapi mempunyai rasa enak dan segar ini, yup sayuran murah meriah ini adalah kangkung. Kangkung termasuk sayuran yang amat populer, sebab sangat banyak peminatnya. Selain rasanya yang cukup enak, ternyata kangkung juga  mempunyai kandunga gizi yang tinggi, diantaranya mengandung vitamin A, B dan C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang bermanfaat untuk pertumbuhan tubuh, daya tahan, maupun proses regenerasi sel tubuh kita hemmm sungguh luar biasa bukan.

Perlu pembaca ketahui kebutuhan kangkung ini sangat tinggi loo, karena kangkung merupakan sayuran yang mudah untuk diolah dan simple sehingga cocok bagi kaum urban yang ingin memasak sayuran sehat bergiZi tetapi tidak membutuhkan waktu yang lama, oleh karena kebutuhan akan sayur kangkung yang tinggi itulah yang membuat peluang bisnis bertanam kangkung ini menjadi peluang yang tidak bisa diremehkan.

Kangkung merupakan tanaman yang bisa tumbuh dengan cepat yang memberikan hasil dalam waktu 1-2 bulan temenjak dari benih dan perawatannya pun juga tidak terlalu susah. dan Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan bagus selama tahun.

Jenis Kangkung

pada umumnya kangkung mempunyai 2 jenis yaitu :

A.Kangkung darat (Ipomoea reptans)

biasanya Kangkung darat ini cuma dapat tumbuh di lahan kering. seperti sawah, atau tegal sawah. dan para petani suka menanam kangkung ini di samping tanaman utama (umumnya waktu tanam palawija, bukan ketika musim tanam padi),  Ciri-cirinya adalah batangnya lebih kecil dan warnanya putih kehijauan, daunnya lebih tipis dan lebih lunak, jika dimasak cepat layu/matang, dan mempunyai bunga yang warnanya putih bersih dengan warna keunguan disekitar kelopak bunganya.

B. Kangkung air (Ipomoea aquatic)

sesuai dengan namanya kangkung air ini hanya tumbuh di daerah basah seperti parit, rawa-rawa, kolam atau genangan sawah. kangkung ini kalau dizaman waktu kecil saya digunakan untuk pakan ternak, dan memang jarang digunakan untuk sayuran karena rasanya agak pahit, tetapi tidak bisa digeneralisir kalau kangkung ini rasanya pahit looo, Ciri-cirinya ialah batang lebih besar, berwarna hijau lebih gelap, daunnya lebih lebar dan sedikit agak keras, lebih lama layu bila dimasak dan mempunyai bunga yang warnanya putih kemerahan.

Target dan Pemasaran Kangkung

masyarakat maupun pebisnis kuliner merupakan target pemasaran tanaman ini, atau kalau pembaca mempunyai stock banyak biasanya para tengkulak akan datang sendiri ke kebun pembaca, dan pemasaran hasil budidaya kangkung juga dapat dilakukan dengan adanya kerjasama antara petani dan pedagang sayuran yang terdapat di pasar-pasar besar. Dan nantinya dari pasar-pasar besar itu yang jadi tempat kulakan para pedagang sayur pasar-pasar kecil dalam berbagai daerah sekitar.

Contoh lahan yang ditanami kangkung

dan bisa juga dipasarkan dengan menjalin hubungan kerja ke sejumlah pelaku bisnis makanan, seperti restoran. Sebab pada umumnya mereka mencari bahan baku sayur langsung ke petani untuk mendapat harga yang lebih murah.

Faktor – Faktor yang Diperhatikan Untuk Tanaman Kangkung

A. Rotasi Tanaman
Supaya tanaman kangkung dapat berproduksi secara memuaskan, harus dilakukan pergiliran tanaman dengan tanaman kacang tanah, kacang hijau, buncis, kecipir atau ketimun. Disamping itu, teliti juga kebutuhan air yang dibutuhkan.

B. Jaga Kelembapan
Dalam hal penyimpanan (sebelum dipasarkan), supaya tidak cepat layu, kangkung yang sudah diikat celupkan dalam air tawar bersih dan tiriskan dengan memakai anjang-anjang.

ANALISIS USAHA DAN POTENSI BISNIS BUDIDAYA KANGKUNG

Asumsi: budidaya kangkung dengan luas lahan satu bagian kira2 (125x14m), dalam waktu  selama 4bulan dan lahan punya pribadi. Kangkung dipanen 5 kali/4 bulan, dimana sekali panen dapat menghasilkan 4000 ikat dan yang ditanam adalah jenis kangkung darat.

Tanaman Kangkung Siap Panen

Biaya Operasional selama 4 Bulan

 
 
 

Asumsi Keuntungan Panen selama 4 bulan

1 kali panen menghasilkan 4.000 ikat, dimana 1 ikat kangkung dijual ke tengkulak atau pasar berkisar Rp. 500 – Rp 1.300, dan kita ambil angka tengahnya saja ya, berkisar Rp. 800,  jadi dengan asumsi panen 4 kali maka kita mendapatkan keuntungan

4.000 x 800 = 3.200.000
panen 4 kali = 3.200.000 x 4 = 12.800.000,-

Total Laba/ Rugi

Pendapatan – biaya operasional dan modal

Rp. 12.800.000 – 5.041.100 = 7.758.900,-

Keterangan tambahan

nilai-nilai diatas merupakan asumsi yang kita dapatkan dari keterangan petani di daerah sidoarjo, tentu lahan adalah milik pribadi, jika lahan sewa maka keuntungan akan berkurang lagi, kemudian aliran air juga berasal dari air desa, jadi hanya membayar biaya perawata jalur air yang sudah saya masukkan ke biaya lain-lain,  sedangkan alat-alat pertanian kita tidak membutuhkan karena kita sudah membayar biaya harian ke pegawai dimana mereka sudah membawa alat pertanian sendiri yang disesuaikan dengan pekerjaannya, seperti cangkul dan sabit (jika digunakan untuk membersihkan gulma).

demikian yang bisa kita sampaikan semoga bermanfaat bagi anda yang ingin ber agrobisnis.