Tanaman Amaranthaceae atau bisa kita sebut bayam-bayaman merupakan tanaman yang termasuk sayuran ini mempunyai ciri khas berdaun tunggal, ujungnya meruncing, lunak, dan lebar. Batangnya lunak dan berwarna hijau keputih-putihan, putih kemerahan , atau hijau. Bunga Amaranthaceae ukurannya kecil muncul dari ketiak daun dan ujung batang pada rangkaian tandan. Buahnya tidak berdaging, tetapi bijinya banyak, sangat kecil, bulat, dan mudah pecah. Tanaman ini berakar tunggang dan berakar samping. Akar sampingnya kuat dan agak dalam.

Cara bertanam bayam ini memang tidak bisa dibilang mudah jadi seperti halnya cara bertanam sayuran lainnya, maka harus diperhatikan lokasi dan situasi lahan untuk tanam bayam ini, yaitu Bayam akan tumbuh dengan baik apabila di tanam di dataran antara 300 – 1500 m diatas laut, dengan tanah gembur berunsur hara tinggi, curah hujan sekitar 1500 mm per tahun dengan suhu udara berkisar antara 16°C-20°C, derajat keasaman atau pH tanah sekitar 6-7, ketersediaan air cukup. Tapi perlu diingat bayam harus ditanam pada tempat atau lahan yang tidak terkena angin terlalu kencang karena jika terlalu kencang dapat menyebabkan tanaman roboh atau tumbang. yang akan kita bagikan disini adalah cara bertanam bayam cabut yang memang dikenal cepat panennya dan mempunyai daya tahan yang bagus diantara lainnya.

Benih

coba dipilih benih yang berkualitas bagus, bagaimana cara memilihnya (pertanyaan khas bagi pemula), a. anda bisa melihat toko-toko online yang memang mempunyai komentar bagus dari buyer2 sebelumnya, b. bisa langsung bertanya ke ahlinya disekitar rumah anda, c. bisa mengikuti forum2 perkebunan yang biasanya ada yang meberikan rekomendasi terhadap penjual bibit berkualitas. Setelah anda membeli bibit maka sekarang menuju persemaian bibitnya. Tapi sebelumnya harus siapkan lahan tanam dulu dengan mencangkul dengan kedalaman 20 sampai dengan 30 cm agar lahan menjadi gembur. Kemudian buatlah bedengan dengan arah yang membujur yaitu dari barat ke timur supaya bisa mendapatkan cahaya penuh. Lebar bedengan ini sebaiknya 90-100 cm, dengan ketinggian 30 cm serta panjang sesuai dengan kondisi lahan. dan atur jarak antar bedengan sebesar 30 cm. setelah itu berikan pupuk dasar menggunakan pupuk kandang kotoran ayam dengan dosis yang digunakan adalah 20.000 kg / ha atau menggunakan pupuk kompos organik hasil dari fermentasi atau kotoran ayam yang sudah difermentasikan dengan penggunaan dosisnya ialah 4 kg / meter persegi. dimana pemupukan ini 3 Hari sebelum biji disemai ke lahan. Sebagai permulaan tambahkan Urea 105 kg per ha atau 15 gram per meter persegi aduk menggunakan air serta siramkan pada tanaman pada saat sore hari setelah 10 hari penaburan benih, apabila perlu maka berikanlah pupuk cair 3 liter / ha atau 0,3 ml per meter persegi pada usia 2 minggu setelah penaburan benih bayam ini. kemudia bibit Ditebar langsung diatas bedengan, caranya biji dicampurkan dengan pupuk kandang yang sudah dihancurkan serta ditebarkan dengan merata pada atas bedengan.

Perawatan

Bayam memang jarang sekali terkena penyakit yang ditularkan dari dalam tanah. Bayam ini bisa berproduksi dengan sangat baik apabila kesuburan pada tanah ini selalu dipertahankan seperti dengan cara pemupukan organik yang teratur serta air yang cukup dengan menyiram rutin 2 kali 1 hari (pagi dan sore). Untuk tanaman muda hingga satu minggu setelah tanam memang memerlukan penyiraman yang rutin. kemudian jangan lupa untuk selalu melakukan pembersihan gulma yang tumbuh disekitar bayam. untuk hama sendiri bayam sering diserang oleh ulat daun, penggorok daun, kutu daun serta belalang. Penyakit yang biasa dijumpai pada bayam ini ialah rebah kecambah atau dengan nama lainnya Rhizoctonia solani serta penyakit karang putih atau Albugo sp. Cara pengendalian Opt ini menggunakan pestisida yang aman serta mudah terurai misalnya pestisida biologis, pestisida piretroid sintetik atau pestisida nabati. Cara menggunakan pestisida ini haruslah benar mulai dari pemilihan jenis, volume semprot, dosis, interval, waktu aplikasi serta cara aplikasinya.

Panen

Umur panen bayam cabut yaitu  sekitar 20 hari atau 25 hari setelah benih bayam cabut disemai. Pemanenan tersebut dilakukan dengan cara mencabut bayam hingga akarnya, biasanya tinggi bayam yang dipanen sekitar 20 cm. Setelah panen bayam dicuci dan dibersihkan tanah atau kotoran yang menempel selanjutnya bayam dapat dijual ke konsumen.