Dunia perkayuan industri Indonesia pasti mengenal Kayu Jabon, disamping kayunya bisa diubah menjadi kualitas kekerasan tingkat 3 dan tahan lama, pertumbuhan kayunya pun sungguh luar biasa cepat, dengan waktu kurang lebih dari 5-8 tahun jabon siap dipanen dan menghasilkan pundi-pundi rupiah bagi pekebun kayu.

Jabon yang dijadikan jagoan para pekebun di indonesia dibagi menjadi 2, yaitu Jabon putih yang biasa disebut kadamba dan jabon merah yang disebut samama, akan tetapi yang paling banyak ditanam oleh pekebun hanya si kadamba. banyak yang meyakini kalau kadamba mempunyai usia tumbuh yang jauh lebih cepat 25-40% dari jabon merah.

seperti informasi yang saya dapatkan dari buku trubus mclip,menyebutkan bahwa Ir Agus Fatoni dari Asosiasi Hutan Tanaman Rakyat Mandiri Indonesia (AHTRMI) wilayah Kediri, Indonesia, Jabon merah lebih lambat tumbuh ketimbang jabon putih,  Begitu juga Ardha Primatopan, Pengusaha bibit tanaman kayu dari daerah Kendal, Jawa Tengah yang mengatakan bahwa samama alias jabon merah panen pada usia 8-10 tahun, padahal kadamba panen di usia 5-7 tahun dimana diameter batang sudah mencapai 30cm atau lebih.

tetapi pada hakikatnya jabon merah bisa tumbuh sama cepatnya dengan kadamba dengan syarat kebutuhan air dari pohon samama harus diperhatikan ketika musim kemarau, oleh karena itu bagi para pekebun harus menyiram secara rutin seminggu beberapa kali ke area tanaman samama,atau bisa juga sebelum menanam pohon samama, agar memperhatikan kualitas kandungan air di kebun tersebut, jadi areanya jangan di daerah yang terlalu gersang, usahakan sekitar area masih ada aliran air seperti sungai maupun daerah lereng gunung yang mempunyai kandungan air cukup sehingga ketika musim kemarau kebutuhan air samama masih mencukupi, dan pohon mampu tumbuh secara optimal.

selanjutnya bagi pekebun samama agar memperhatikan kandungan nitrogen di tanah maupun di pupuknya, jadi jangan berlebihan dimana jika kandungan nitrogen yang berlebihan akan membuat daun menjuntai kebawah sehingga akan menutupi daun dibawahnya, dan mengakibatkan proses fotosintesis daun diposisi bawah terganggu. Itulah kenapa pohon samama pertumbuhannya selalu lebih telat dari kadamba.

penjelasan teknis kenapa jabon merah tumbuh lebih lambat dari jabon putih adalah

pada musim kemarau famili jabon selalu melakukan self pruning alias menggugurkan daun dan cabang terbawah, dan ini berakibat secara fatal bagi samama yang mempunyai daun yang lebih lebar daripada kadamba, nutrisi yang terbuang samama lebih banyak sehingga masa tumbuh kadamba terlihat lebih cepat yang disebabkan kerugian samama yang lebih besar ketika melakukan proses self pruning tersebut.

jadi memang proses tanam samama lebih rumit daripada kadamba, meski hasilnya banyak lebih untung samama, disamping daunnya bisa dipakai pakan ternak kambing, kayunya pun mempunyai nilai kerapatan yang lebih bagus daripada kadamba.