Sengon dan jabon saat ini menjadi salah satu primadona bisnis kayu di Indonesia, seperti yang diwartakan majalah trubus bahwa beberapa perusahaan kayu nasional banyak mengeluhkan akan kekurangan stok dari 2 kayu tersebut, khususnya jabon yang datang ke indonesia lebih telat dari sengon.

PT Kutai Indonesia (KTI), yang diwakili oleh H Suhardjono sebagai manager bagian litbang dan pengendalian mutu mengatakan ” maunya 100% pasokan menggunakan jabon, tapi pasokannya tidak ada”, dimana pabrik KTI memerlukan stock 360.000-420.000 m3 per tahun, dan dari kebutuhan sebanyak itu hanya separuhnya saja yang mampu dipenuhi oleh pemasok kayu. PT KTI pernah mendapatkan pasokan jabon di tahun 2012 hasil penjarangan kebun dari pekebun kayu di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo yang tanam pada tahun 2008, dimana total yang dipasok hanya 10 m3.

dari Balaraja, PT Sumber Graha Sejahtera (PT. SGS) dengan 7 pabrik di lokasi yang berbeda itu memerlukan 700.000 m3 kayu pertahun atau setara 21 juta batang pohon per-tahun, dimana selama ini stock 90% dipenuhi oleh hutan rakyat seperti perkebunan pohon karet dan sengon, dan 10% sisanya mengandalkan hutan alam atau pasokan perusahaan pemegangn hak pengusaha hutan (HPH)

dua perusahaan kayu lapis lain yaitu PT. Serayu Makmur Kayuindo (SMK) di Cirebon, Jawa Barat dan PT. Sumber Sejahtera di Temanggung, Jawa Tengah setali tiga uang dengan PT. SGS. dengan kebutuhan tahunan PT. SMK sebanyak 360.000 m3 dan PT. Sumber Sejahtera sebanyak 720.000 m3 hanya terpenuhi 50%.

Oleh karena itu Suhardjono yakin kalau produksi Kayu Jabon sebanyak 25 juta – 80 juta m3 kayu jabon di tahun 2014 masih akan terserap oleh pasar dan tentu harganya masih stabil dan tidak akan turun.

dari keterangan data beberapa PT. diatas kita mengetahui kalau kebutuhan kayu akan selalu meningkat, dimana faktor bertambahnya penduduk yang diikuti oleh bertambahnya pembangunan properti pasti akan memberikan kebutuhan pembuatan berbagai perabotan yang berbahan dari kayu, belum lagi kebutuhan dari kerperluan industri seperti perkantoran, hotel, tempat hiburan dll. jadi prospek cerah pasti akan menanti para pekebun kayu.